IniPerbedaan Polip Serviks dan Polip Rahim. Bersifat jinak, namun bisa jadi ganas! Pahami perbedaannya berikut ini! Polip adalah pertumbuhan jaringan berlebihan yang terlihat seperti benjolan kecil. Kebanyakan polip berukuran kecil dan lebarnya kurang dari setengah inci. Polip biasanya bersifat jinak, namun bisa menjadi ganas dalam kondisi
100% found this document useful 1 vote3K views17 pagesOriginal Titlemioma geburtCopyright© Attribution Non-Commercial BY-NCAvailable FormatsDOC, PDF, TXT or read online from ScribdShare this documentDid you find this document useful?100% found this document useful 1 vote3K views17 pagesMioma GeburtOriginal Titlemioma geburtJump to Page You are on page 1of 17 You're Reading a Free Preview Pages 7 to 15 are not shown in this preview. Reward Your CuriosityEverything you want to Anywhere. Any Commitment. Cancel anytime.
MiomaGeburt merupakan mioma submukosum yang dapat tumbuh bertangkai menjadi polip, kemudian dilahirkan melalui serviks. tingkat kejadian mioma submukosa sekitar 20-40%, dan penyakit ini sering terjadi pada wanita berusia 30-50 tahun.
Tanda dan gejala miom Dalam banyak kasus, penyakit ini tidak memunculkan gejala yang berarti. Bahkan, hanya 25% kasus memiliki gejala. Beberapa tanda atau gejala miom adalah berikut ini. Periode menstruasi sangat panjang dan berat. Mengalami nyeri di bagian belakang kaki. Mengalami nyeri atau tekanan pada panggul. Mengalami nyeri selama berhubungan intim. Sering buang air kecil karena tekanan miom pada kantung kemih. Sembelit atau kembung. Perut membesar. Beberapa tanda dan gejala miom lainnya mungkin tidak tercantum di atas. Jika Anda merasa cemas tentang gejala miom tersebut, segera konsultasi ke dokter Anda. Seberapa umum miom?Penyakit miom adalah kondisi umum. Sekitar 75% wanita akan mengalami fibroid pada saat tertentu. Wanita lebih mungkin memunculkan gejala miom pada usia reproduktif, yaitu 16—50 tahun. Anda bisa mengendalikan gejala miom dengan mengurangi faktor risiko penyebab kondisi ini. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut. Apa penyebab miom? Sejauh ini, penyebab miom belum diketahui pasti. Namun, penyakit ini diduga terkait dengan kadar estrogen di dalam tubuh wanita. Estrogen adalah hormon reproduksi wanita yang diproduksi oleh indung telur. Fibroid biasanya berkembang dari usia sekitar 16—50 tahun, ketika tingkat estrogen dalam tubuh wanita sedang berada pada titik tertinggi. Namun, biasanya pertumbuhan fibroid akan mengalami penurunan ketika tingkat estrogen rendah, seperti setelah menopause. Menurut dugaan berbagai peneliti, penyebab penyakit miom adalah berikut. 1. Kelebihan berat badan Penyakit miom juga kerap kali muncul pada orang dengan berat badan berlebih atau obesitas. Itu sebabnya, para ahli menduga bahwa obesitas merupakan salah satu faktor penyebab miom. 2. Faktor genetik Penyebab miom lainnya adalah faktor genetik. Jika Anda memiliki ibu, saudara kandung, atau nenek dengan riwayat penyakit ini, Anda berisiko tinggi terkena penyakit miom dikemudian hari. 3. Kelainan menstruasi Tak hanya itu, menstruasi yang terlalu dini juga bisa jadi penyebab miom. Pola pertumbuhan penyakit miom sangat bervariasi pada setiap pasien. Penyakit miom dapat tumbuh lambat atau cepat, atau mungkin tetap berukuran sama sejak pertama kali muncul. Beberapa fibroid mengalami pertumbuhan yang cepat dan beberapa mungkin menyusut dengan sendirinya. Banyak juga fibroid yang muncul selama kehamilan menyusut atau hilang setelah kehamilan karena rahim kembali ke ukuran normal. Silakan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab miom lebih lanjut. Faktor risiko miom Dikutip dari Mayo Clinic, beberapa hal yang dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit miom adalah berikut ini. Anda berada di usia produktif, sekitar 16—50 tahun. Kadar estrogen yang tidak normal karena kondisi medis atau penggunaan obat. Memiliki riwayat penyakit ini dalam keluarga. Wanita berkulit hitam lebih mungkin mengalami fibroid. Mengalami menstruasi terlalu dini. Terlalu banyak makan daging merah daripada sayuran hijau, buah-buahan, dan produk susu. Minum alkohol, termasuk bir secara berlebihan. Mungkin ada beberapa faktor risiko penyebab yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda mengkhawatirkan faktor risiko penyebab miom lainnya, silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut. Diagnosis miom Miom adalah tumor yang paling sering terdiagnosis pada panggul wanita. Kondisi ini sering ditemukan secara tidak sengaja selama pemeriksaan panggul rutin. Dokter Anda mungkin merasakan bentuk rahim Anda yang tidak beraturan dan mengarah pada gejala fibroid. Jika dokter menduga Anda memiliki gejala miom, dokter mungkin akan menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan berikut. 1. Pemeriksaan USG Dokter akan melakukan tes USG abdominal atau transvaginal menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan gambaran rahim Anda. Dengan begitu, dokter dapat melihat bentuk dan ukuran fibroid yang ada di rahim pasien guna memantapkan diagnosis. 2. Tes laboratorium Jika Anda mengalami perdarahan menstruasi yang tidak normal, dokter Anda mungkin akan melakuan tes lain untuk menyelidiki penyebab miom lainnya. Ini mungkin termasuk tes hitung darah lengkap CBC. Tes hitung darah lengkap dilakukan untuk menentukan apakah Anda mengalami anemia atau tidak. Selain itu, dokter mungkin akan melakukan tes darah lainnya untuk melihat ada tidaknya gangguan perdarahan atau masalah tiroid yang mungkin Anda alami. 3. Tes pencitraan Jika USG tidak memberikan informasi yang cukup, dokter Anda mungkin melakukan tes pencitraan untuk menegakkan diagnosis. Beberapa tes pencitraan yang dapat dilakukan di antaranya MRI, histerosonografi sonogram infus saline/SIS, histerosalpingografi, dan histeroskopi. Pengobatan miom Pengobatan biasanya dilakukan jika penderita mengalami gejala miom hingga mengganggu aktivitasnya sehari-hari. Pada kasus yang tidak menimbulkan gejala, biasanya pengobatan tidak diperlukan. Berbagai pilihan pengobatan untuk mengatasi penyakit miom adalah berikut ini. 1. Obat-obatan Obat-obatan yang mungkin dapat mengatasi penyakit miom adalah di bawah. Obat pereda nyeri Anda dapat mengonsumsi obat rasa sakit, seperti ibuprofen. Obat ini umumnya digunakan untuk mengurangi nyeri akibat perdarahan saat menstruasi. Akan tetapi sebelum mengonsumsi obat pereda nyeri pastikan Anda mengikuti petunjuk pemakaian pada label sehingga Anda tidak mengonsumsinya lebih dari dosis yang dianjurkan. Pil Kb Dokter Anda mungkin meresepkan pil KB untuk membantu mengontrol perdarahan dan anemia akibatnya tumbuhnya fibroid. Sebuah penelitian menemukan bahwa penggunaan kontrasepsi hormonal pil KB kombinasi maupun kontrasepsi tunggal progestin, dapat menurunkan volume atau ukuran fibroid. Namun, bagi beberapa orang penggunaan pil KB mungkin dapat menyebabkan fibroid tumbuh. Silakan konsultasi ke dokter untuk informasi lebih lanjut. GnRH agonis Obat-obatan yang disebut dengan agonis GR-RH Lupron, Synarel, dan lainnya mengobati fibroid dengan menghalangi produksi estrogen dan progesteron. Hal ini membuat Anda akan mengalami keadaan pasca menopause selama beberapa waktu. Akibatnya, Anda akan berhenti menstruasi, fibroid perlahan-lahan menyusut, dan Anda pun terhindar dari risiko anemia. Biasanya dokter meresepkan obat ini untuk Anda guna membantu mengecilkan ukuran fibroid sebelum Anda menjalani operasi. Sayangnya, obat-obatan ini mahal. Selain itu, Anda pun tidak boleh memakainya selama lebih dari 6 bulan karena obat ini dapat meningkatkan risiko mengalami hot flashes dan terkena osteoporosis, yang membuat tulang Anda terlalu lemah. Dokter Anda mungkin juga meresepkan progestin dosis rendah, hormon lain, untuk mengurangi risiko terjadinya osteoporosis. Ketika Anda berhenti mengonsumsi obat GnRH agonis, fibroid Anda dapat tumbuh kembali. SERM SERM adalah jenis obat yang memengaruhi kadar estrogen dalam tubuh Anda. SERM sendiri adalah modulator reseptor estrogen selektif. Obat ini dapat membantu mengecilkan ukuran fibroid tanpa menyebabkan gejala menopause. Tetapi para peneliti belum yakin seberapa baik obat ini bekerja untuk membantu mengecilkan ukuran fibroid. Tanyakan pada dokter untuk informasi lebih lengkap terkait obat ini. Asam traneksamat Obat non hormonal ini biasanya digunakan untuk meringankan siklus menstruasi yang berat, seperti perdarahan yang berlebihan. Bagi Anda yang berencana untuk memiliki keturunan, Anda bisa mengonsumsi obat ini untuk pengobatan fibroid. IUD Meski tidak akan mengecilkan ukuran fibroid, alat kontrasepsi hormonal satu ini bisa membantu meringankan gejala miom seperti pendarahan dan kram saat menstruasi. Namun, pemasangan kontrasepsi IUD harus disesuaikan dengan letak fibrioid. Pasalnya, ada beberapa jenis kontrasepsi IUD yang cukup mengganggu jika harus bersentuhan dengan fibroid yang ada. 2. Prosedur operasi invasive melibatkan sayatan Apabila berbagai pengobatan seperti yang sudah disebutkan di atas tidak juga meredakan gejala miom yang ada, maka dokter mungkin akan menyarankan operasi. Operasi biasanya menjadili pilihan pengobatan terbaik jika miom sudah cukup parah. Tanyakan pada dokter terkait manfaat dan efek samping yang harus Anda hadapi ketika melakukan operasi tertentu untuk mengangkat mioma. Berikut beberapa pilihan operasi invasive untuk mengangkat miom adalah berikut. Histerektomi Operasi ini biasanya digunakan apabila ukuran fibroid cukup besar. Dokter akan melakukan pengangkatan seluruh rahim, sehingga Anda tidak akan bisa hamil setelah operasi ini. Cara ini efektif untuk mencegah pertumbuhan kembali fibroid di masa yang akan datang. Miomektomi Jika Anda memiliki lebih dari satu fibroid, berukuran cukup besar dan letaknya dalam, dokter Anda mungkin akan menyarankan untuk melakukan operasi ini untuk menghilangkan fibroid. Prosedur ini cocok dilakukan bagi Anda yang berencana untuk hamil. Sayangnya, prosedur ini tidak bisa dilakukan untuk semua jenis fibroid. Ada kemungkinan fibroid tumbuh kembali setelah operasi, sehingga Anda mungkin akan memerlukan operasi lanjutan. 3. Prosedur non-invasive tanpa sayatan Miom umumnya diobati dengan operasi pengangkatan. Namun, berkat kemajuan sains, terdapat beberapa pengobatan non-invasif untuk Anda. Salah pengobatan yang mulai populer adalah MR guided Focused Ultrasound MRgFUS. Pengobatan ini menggunakan gelombang ultrasound untuk menghancurkan miom tanpa menyebabkan kerusakan pada jaringan. 4. Prosedur minim invasive Pilihan prosedur minim invasif untuk miom adalah berikut. Embolisasi arteri rahim. Dokter Anda akan menyuntikkan polivinil alkohol PVA ke dalam arteri yang menyuplai fibroid. PVA akan menghambat suplai darah ke fibroid, sehingga ukuran miom pun akan menyusut. Biasanya prosedur ini digunakan pada wanita yang memiliki fibroid yang berukuran sangat besar. Meski bukan prosedur operasi, Anda mungkin perlu melakukan perawatan beberapa malam di rumah sakit. Tanyakan pada dokter terkait semua manfaat dan risiko dari prosedur ini. Ablasi endometrial Endometrial ablasi adalah prosedur medis yang dilakukan dokter untuk menghancurkan lapisan rahim. Prosedur ini bertujuan untuk mengurangi pendarahan berlebihan saat menstruasi bagi wanita yang memiliki fibroid kecil di dinding lahir. Myolisis Prosedur ini dilakukan menggunakan metode laparoskopi yang melibatkan gelombang radio, arus listrik atau laser untuk menghancurkan fibroid menyusutkan pembuluh darah yang menyuplai fibroid. Prosedur serupa disebut cryomyolysis untuk membekukan fibroid menggunakan cairan nitrogen. Miomektomi laparoskopi atau robotik Dalam prosedur miomektomi, dokter bedah akan mengangkat fibroid dengan melibatkan sayatan di perut. Namun, jika jumlah fibroid sedikit, dokter dapat menggunakan prosedur laparoskopi atau robotik untuk mengangkat jaringan fibroid. Prosedur ini menggunakan instrumen ramping yang dimasukkan melalui sayatan kecil di perut Anda untuk mengangkat fibroid dari rahim Anda. Miomektomi histeroskopi Prosedur ini dapat menjadi pilihan jika fibroid ada di dalam rahim submukosa. Dokter bedah Anda akan menghilangkan fibroid menggunakan alat khusus yang dimasukkan melalui vagina dan leher rahim ke dalam rahim Anda. Morcellation Fibroid juga dapat dihilangkan dengan memecahnya menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Metode ini disebut morcellation, dan termasuk prosedur baru untuk mengatasi miom. Kelebihan dari metode satu ini dibandingkan dengan metode lainnya adalah mengurangi risiko pada rahim. Perawatan rumahan miom Beberapa perubahan gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu mengatasi penyakit miom adalah Mempertahankan berat badan yang sehat dengan berolahraga dan diet yang tepat. Periksa kesehatan medical check-up secara teratur setiap tahun. Minum obat sesuai dengan resep dokter. Mengonsumsi berbagai makanan untuk mengecilkan miom, seperti teh hijau, susu tinggi kalsium, serta buah dan sayur. Jika ingin bertanya tentang penyakit ini, konsultasikan kepada dokter untuk lebih mengerti solusi terbaik bagi Anda. Meskipunkemungkinannya kecil, pada beberapa kasus polip pada serviks bisa menjadi tanda awal dari kanker serviks. Oleh sebab itu, segera membuang atau mengangkat polip tersebut bisa mengurangi risiko kanker. Konsultasikan dengan dokter, harus seberapa sering anda melakukan pemeriksaan panggul dan pap smear secara rutin. panggul2,3,4,5,6,7. Pada Mioma Geburt gejala yang menonjol berupa perdarahan per. vaginam di antara siklus haid yang bervariasi mulai dari perdarahan bercak. hingga perdarahan masif. Darah yang keluar berupa darah segar dan kadang. disertai nyeri sehingga dapat diduga sebagai haid yang memanjang. Miomasubmukosa dapat tumbuh bertangkai menjadi polip, kemudian dilahirkan melalui saluran serviks disebut mioma geburt. Hal ini dapaat menyebabkan dismenore, namun ketika telah dikeluarkan dari serviks dan menjadi nekrotik, akan memberikan gejala pelepasan darah yang tidak regular dan dapat disalahartikan dengan kanker serviks.

Miomgeburt adalah mioma submukosum yang dapat tumbuh bertangkai menjadi polip yang kemudian dilahirkan melalui serviks. Tingkat kejadian wanita menderita penyakit ini adalah 20-40%. Mioma ini sering terjadi pada wanita berusia 30-50 tahun. Munculnya mioma jenis geburt ditandai dengan beberapa gejala, antara lain perdarahaan pervaginaan dengan

Polip serviks adalah penyakit yang biasanya menyerang wanita berusia di atas 20 tahun dan pernah melahirkan lebih dari satu anak.. Masalah kesehatan ini apabila jinak biasanya tidak berbahaya. Tapi, polip serviks yang parah bisa mengganggu siklus haid dan memicu pendarahan. Untuk meningkatkan kewaspadaan pada penyakit ini, kenali apa itu polip serviks, gejala, dan penyebabnya.
Pengobatanuntuk mioma serviks sama dengan pengobatan fibroid. Mioma serviks kecil tanpa gejala tidak bisa diobati. Sebagian besar mioma simptomatik pada serviks harus diangkat melalui miomektomi (untuk mempertahankan fungsi reproduksi) atau histerektomi. Dengan prolaps dan infeksi mioma serviks, adalah mungkin untuk menghilangkan tumor melalui
Nyxbu5.